oleh

Pertambangan Timah Kepulauan Bangka Belitung

pertambangan bangka belitung,TI

Pertambangan Timah Kepulauan Bangka Belitung!
Pertambangan Timah Kepulauan Bangka Belitung! Bangka Belitung seperti menerima buah simalakama. Untuk waktu yang lama, pulau ini telah menjadi penghasil timah terbaik di dunia. Sepuluh negara, yaitu Prancis, Jerman, Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, Cina, Thailand, Jepang, dan Singapura, bergantung pada pasokan timah dari sana. Buah manis telah bertahun-tahun dinikmati dan membawa nama Bangka-Belitung di peta dunia.
Tetapi efek buruknya sekarang terasa. Lingkungan rusak tidak terkendali, baik oleh tambang resmi maupun ilegal. Sebanyak tiga perempat wilayah Kepulauan Bangka Belitung seluas 1,6 juta hektar termasuk dalam Izin Usaha Pertambangan berskala besar dan tidak konvensional (IUP). Sisanya diambil oleh industri kehutanan dan hanya sebagian kecil untuk tempat tinggal warganya.
Penambangan di darat merusak hutan. Sementara tambang di laut merusak ekosistem pesisir dan menghilangkan ikan. Dampaknya dirasakan oleh 45.000 nelayan tradisional yang mengandalkan hidup dari pantai dan laut.
Provinsi Bangka-Belitung berada pada posisi tertinggi dalam hal kerusakan lahan yang mencapai 1,053 juta hektar atau 62 persen dari luas daratan. Industri ini juga merupakan sumber korupsi. Selama 10 tahun sejak 2004, Indonesian Corruption Watch (ICW) mencatat kerugian negara dari penambangan timah sebesar 68 triliun rupiah dari pajak, biaya reklamasi, royalti, pajak ekspor, dan pendapatan bukan pajak.
Bagaimana Perkembangan Pertambangan Timah Kepulauan Bangka Belitung?
Tiga tahun lalu, perusahaan besar seperti Apple dan Samsung bahkan digugat karena menggunakan timah dari penambangan ilegal di Bangka Belitung. Keduanya berjanji untuk mengevaluasi pemasok timah, tetapi berakhir tanpa kejelasan.
Bangka Belitung mencatat bahwa industri pertambangan tidak pernah mematuhi ketentuan reklamasi lahan. Bekas tambang dibiarkan sendiri, sementara pemerintah tidak mengambil tindakan tegas.
Seseorang merekomendasikan bahwa provinsi ini tidak lagi bergantung pada tambang timah untuk menggerakkan perekonomian, tetapi beralih ke industri perikanan dan pariwisata. Kedua sektor ini adalah industri berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan.
Bersama sejumlah organisasi non-pemerintah, seseorang mendesak Presiden Joko Widodo untuk memberlakukan moratorium penambangan timah. Audit lingkungan dan tinjau semua izin penambangan yang telah diberikan. Pemerintah juga menegakkan aturan hukum dan mewajibkan semua perusahaan tambang yang masih beroperasi untuk melakukan reklamasi lahan bekas tambang di Kepulauan Bangka Belitung.(Dilansir dari id.wikipedia.org)

Artikel terkait Apa Saja Prasarana Transportasi Kepulauan Bangka Belitung?

Komentar

News Feed