oleh

Hal Perlu Diperhatikan UMKM Agar Tidak Sulit Berkembang!

Hal Perlu Diperhatikan UMKM Agar Tidak Sulit Berkembang! Menjalankan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tak sepenuhnya berjalan lancar. Ada saja halangan yang membuat UMKM jalan ditempat hingga akhirnya gulung tikar.

Sulit Berkembang

UMKM merupakan usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Paling tidak ada 4 faktor yang membuat UMKM sulit berkembang.
Pertama, masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki modal untuk memulai ataupun mengembangkan usahanya. Kedua, tak punya kapasitas teknis sehingga tak dapat meningkatkan mutu produksinya. 
Ketiga, tak tahu ke mana harus memasarkan produk, sehingga sulit berkembang dan diketahui masyarakat. Keempat, tak tahu bagaimana mengelola uangnya untuk keperluan menabung, diinvestasikan di lembaga jasa keuangan formal maupun untuk membeli asuransi.
Kerja Sama Perbankan
Selain memberikan edukasi dalam pembiayaan keuangan, salah satu program prioritas yang dikembangkan oleh TPAKD Provinsi Bali yang baru saja dibentuk adalah penyaluran kredit bagi UMKM yang masih memiliki akses kredit rendah. Dengan adanya Mou ini diharapkan ke depan akan tumbuh akses kredit baru bagi UMKM yang selama ini belum tersentuh.
Bagaimana Cara Mengatasi UMKM yang Sulit Berkembang?
Kontribusi sektor UMKM di Indonesia terbukti sangat signifikan bagi perekonomian nasional dengan menyumbang 60% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97% tenaga kerja nasional. Sehingga program percepatan akses keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di daerah, khususnya bagi UMKM menjadi prioritas pemerintah saat ini. Provinsi tesebut sendiri saat ini memiliki potensi-potensi UMKM yang dapat dimaksimalkan pertumbuhannya. Ketut mengatakan potensi UMKM terbesar saat ini ada di sektor ritel dan juga koperasi.
Kita sudah lakukan koordinasi dari Pemda melalui dinas terkait misalnya melalui dinas pertanian, perkebunan, peternakan, dan kelautan sudah ada. Melalui dinas pariwisata juga, sosial sudah ada. Tinggal koordinasinya perlu dilakukan secara lebih intensif ke kabupaten/kota.
Karena tim ini kan baru terbentuk di provinsi. Sehingga perlu diaplikasikan ke kabupaten/kota. Keempat faktor inilah yang mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan yang cukup sulit berkembang Daerah (TPAKD) di seluruh daerah.

Komentar

News Feed