oleh

Benteng Kuto Panji di Belinyu

Fjbbabel Wisata – Benteng Kuto Panji terletak di Belinyu, Kabupaten Bangka Belitung.

fjbbabel travelers – FB @Ater Atra di pangkalpinang

Terimakasih Telah mengirimkan Foto dan sedikit ulasan tentang Travellingnya ke wisata Bangka Belitung yang terletak di Belinyu, kabupaten Bangka .

Bagi yang ingin travellingnya tampil di web fjbbabel silahkan kirim email, Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini : Kirim ke email Fjbbabel Travelers

Baik fjbbabel mengutip sejarah tentang Benteng Kuto Panji di Belinyu

Sebagai salah satu asset sejarah yang menyimpan banyak cerita misteri, baik itu berupa mitos atau pun sejarah, Benteng Kuto Panji memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung, terutama pada cerita sejarahnya. Ada banyak versi cerita sejarah benteng ini yang berhubungan erat dengan kerajaan di Tiongkok. Dari semua versi itu, ada kemiripan cerita yaitu seorang raja kerajaan kecil bernama Bong Kiung Fu yang memerintah di Belinyu yang memiliki seorang anak gadis berparas cantik bernama Bong Lili atau putri Chok Tian.

Bong Khiung Fu adalah seorang penguasa yang baik hati di Tibet-China yang menolak membayar upeti kepada penguasa Tiongkok yang lalim pada masa itu. Sang penguasa marah dan memerintahkan hukuman mati kepada Bong Khiung Fu. Bersama pasukan dan putrinya, Bong Khiung Fu pun melarikan diri dari daratan Tiongkok dan mengarungi samudra. Mereka membawa seluruh harta dan pasukannya dengan menggunakan beberapa buah kapal besar dan kecil. Mereka juga membawa tanaman jeruk Kingkit sebagai obat anti mabuk, yang dimasa mendatang, merupakan tanaman yang mahal dan langka di Indonesia.

Ketika melewati perairan Selat Berhala dekat ujung utara pulau Bangka, rombongan ini dikejar oleh para bajak laut, sehingga mereka melarikan diri menuju Pulau Bangka, memasuki Teluk Kelabat hingga muara Sungai Karang Lintang dan bersembunyi di situ. Setelah merasa aman bersembunyi di situ, mereka lalu membuka lahan untuk berkebun dan bercocoktanam sehingga kemudian berfikir untuk mendirikan sebuah benteng pertahanan yang kokoh untuk bertahan dari serangan bajak laut dan serangan lainnya. Bangunan yang didirikan itu sebagai benteng sekaligus istana kecil, lengkap dengan perangkat pemerintahannya. Sebagai kerajaan kecil yang saat itu tunduk pada kekuasaan Kesultanan Palembang, maka tentu saja diharuskan memberikan upeti berupa timah tiban.

Komentar

News Feed